Tampilkan postingan dengan label Motorola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motorola. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2011

Motorola Defy, Water Resistant, lho...

Saya kira ponsel Motorola belum mengeluarkan seri Android tangguh. Ternyata sudah ada sejak tahun 2010. Namanya Motorola Defy. Ponsel tangguh dengan kemampuan berenang yang mengagumkan. Tahan guncangan dan tahan terhadap debu.




Seperti Ponsel keluaran Motorola lainnya yang berbasis Android low end, Motorola Defy juga dilengkapi dengan senjata minim, yaitu OS Android 2.1 Eclair. Namun dia menggendong bekal lain yang lebih elegan seperti kamera 5 megapixel yang sudah autofocus, LED flash, 800MHz TI OMAP3610 core, dan sebuah layar berukuran 3.7-inch 854 x 480 piksel.

Layarnya sedikit lebih kecil daripada Motorola Droid. Kaca layarnya sudah menggunakan Gorilla Glass. Dan water resistant, artinya dia bisa menahan supaya air tidak masuk ke dalam tubuhnya, namun dia tidak tahan jika sampai ada air yang masuk, pasti rusak isi badannya. Water Resistant tapi tidak water proof..




Untuk menutupi lubang colokan headset yang ada di bagian atas body dipakai karet yang fleksibel tapi cukup kuat. Jika Anda tidak punya kuku yang panjang pasti akan merasa sedikit kesulitan untuk membukanya. Sedangkan untuk menutup lubang colokan USB, digunakan slider yang bisa berputar dan lumayan pas menutup lubangnya. Setelah tertutup rapat, berenanglah dia.


Baterenya yang luar biasa. Dengan batere BF5X yang berkapasitas 1550 mAh Motorola Defy mampu bertahan sampai 3 hari. Kalau tidak menyalakan jaringan radionya, hanya memakai wifi saja, kemungkinan akan bisa bertahan lebih lama lagi.


Itulah hasil mencoba kami dengan beberapa teman shvoong. Akan tetapi kami belum bisa memajang hasil aslinya karena kartu memorinya terikut HTC Hero yang sudah terjual.
Read more...

Senin, 03 Oktober 2011

Motorola di Indonesia

Motorola adalah perusahaan telekomunikasi yang bermarkas di Schaumburg, Illinois, Amerika. Tepatnya adalah di 1303 East Algonquin Road, Schaumburg, Illinois, United States. Pada tahun 2006 perusahaan multinasional ini mempunyai 66.000 pekerja dan menghasilkan ribuan produk telekomunikasi bagi kebutuhan seluruh dunia.
Sampai tahun 2009 pendapatan motorola adalah sebesar 22,044 milliard dollar amerika. Laba usaha motorola pada tahun itu sebesar 158 juta US$, dan laba bersihnya adalah 51 juta US$. Luar biasa.

Di Indonesia, motorola masuk pada tahun 1991 dengan mendirikan kantor perwakilan di Jakarta sampai akhirnya mendirikan PT. Motorola Indonesia pada tahun 1995. Pada awalnya, tahun 1991 itu, motorola Indonesia hanya memiliki 5 orang karyawan, kemudian berkembang pesat sampai 100 orang bekerja di sana dan 98%nya adalah orang Indonesia.

Produk-produk motorola di Indonesia biasanya berupa alat telekomunikasi yang skalanya besar sehingga pelanggannya pun perusahaan-perusahaan. Layanan pendukungnya berupa sales support, marketing and engineering support sudah dinikmati oleh para pelanggannya.

Perkembangan bisnis yang pesat belakangan ini membuat Motorola Indonesia menyiapkan beberapa perubahan struktur. Restukturisasi tadi menghasilkan organisasi bisnisnya menjadi:
1 Home & Network Mobility (Cellular, Wire line & WiMAX)
2 Government & Public Safety
3 Enterprise Mobility Solution
4 Mobile Device

Dengan struktur baru tersebut, motorola Indonesia berharap bisa mampu bersaing dengan lebih bagus dengan para kompetitornya.

Read more...

Kamis, 22 September 2011

Cerita Hari Rabu

Hari Rabu, saya kurang serius berolahraga. Perut saya masih kembung, tapi belum diikuti oleh rasa mules. Jadi perut semakin terasa mbesesek. Saya paksakan mandi biar hilang rasa sebah dan jengah. Saya putar audio di Motorola Backflip, saya pilih "Ocean Wave Sound" untuk membangkitkan chakra romantic. Mandi ditemani suara debur ombak yang mengajak bangkit semangat saya.

Hari ini, saya bercerita saja, ya....

Saya pernah ikut berjalan di daerah pinggir kali code. Daerah itu lumayan kumuh, walaupun tidak sekumuh Jakarta. Ibu-ibu tinggal di rumah, atau membuka kios kecil menjual barang kelontong. Namun ada juga yang berani membuka jasa cuci atau masak. Dan ada sesuatu yang menarik, saya melihat ada beberapa ibu yang tekun menghadapi tampah berisi potongan plastik. Rupanya plastik-plastik itu dipotong kecil kecil dan dijadikan bahan pengisi bantal. Ternyata, selain sebagai pengisi bantal, potongan plastik itu juga dipakai sebagai bahan pembuat tas. Bagaimana bisa?

Plastik itu adalah plastik bekas pembungkus makanan atau minuman sachet yang biasanya dilapis alumunium foil di dalamnya. Plastik jenis itu tidak laku di pasaran pengepul barang rongsok. Saudara saya yang jadi juragan bijih plastik di Semarang juga memberikan pendapat yang sama mengenai hal itu. Nah, karena tidak laku dijual, maka plastik itu dirajang dan bisa dimanfaatkan lagi. Ide itu sebenarnya juga menjadi jawaban atas kegelisahan teman-teman yang melihat tas yang terbuat dari plastik bungkus semacam itu, namun masih utuh wujud bungkusnya. Kegelisahan itu berdasarkan atas pemikiran bahwa tas itu malah akan menjadi ajang promosi produk yang bungkusnya dipakai sebagai bahan baku. Mengingat program 3R pengelolaan sampah itu juga mengandung unsur Reduce, maka seharusnya promosi barang penyebab sampah juga harus dikurangi.

Kegelisahan itu terjawab sudah. Ibu-ibu yang entah mendapat pelajaran dari mana bisa mengubah plastik bungkus yang terbuang sia-sia tadi menjadi barang yang bisa dipakai lagi. Saya salut dengan kegigihan mereka. Coba bayangkan, jika bantal berisi potongan plastik tadi diminati orang, dan dihargai dengan puluhan ribu rupiah, maka betapa senangnya suami dan anak-anak yang mendapatkan tambahan gizi. Namun, jangan lupa pula untuk membayangkan betapa kakunya tangan yang sepanjang hari memotong kecil-kecil berpuluh bahkan beratus-ratus plastik. Belum tentu malam nanti suaminya mau dimintai tolong memijat tangan kakunya. Ah... Perjuangan memang selalu harus dilakukan sebelum kebahagiaan menjelang....

Ibu-ibu itu ternyata tidak sendirian. Ada beberapa kelompok ibu yang juga melakukan aktifitas yang sama di daerah Kota Yogyakarta yang lain. Bahkan ada kelompok yang sudah melakukan pengelolaan yang lebih baik terhadap sampah di lingkungan rumah tangga mereka. Plastik yang setiap saat mereka butuhkan pasti akan dikumpulkan terlebih dahulu. Sisanya, yang berupa sampah organik, kertas, dan bahan lainnya diserahkan kepada rantai pengelolaan berikutnya. Mereka juga melakukan aktifitas administrasi, manajemen, marketing, dan edukasi kepada seluruh element di daerahnya masing-masing. Saya ceritakan semua itu pada teman-teman Shvoong saya. Tentu saja saya sangat bahagia bisa mengetahui kegiatan-kegiatan itu dan bisa menceritakannya kepada Anda.

Terima kasih atas perhatiannya. Jika nanti saya temukan cerita lain yang layak Anda komentari, pasti akan saya sampaikan. Selamat bekerja keras.
Read more...

Senin, 19 September 2011

Berburu Waktu di Hari Minggu

Rencana yang disusun hari sebelumnya kelihatan rapi dan menarik untuk segera dikerjakan. Namun, ternyata ada yang belum bisa diselesaikan, perut. Masalah ini selalu menjadi hal yang kurang bisa disyukuri.... aduh.... mengapa pula harus mengeluh... sebabnya adalah, setelah perut yang tidak berkompromi, tentu diikuti oleh dubur yang panas atau berdarah.... aduh....

Hari Minggu kemaren berencana membongkar sepeda motor, bukan MOTOROLA, lho. Dibersihkan biar mengkilap, dan yang paling penting, bisa jalan lagi... GAGAL. Dubur panas dan perut melilit tidak mengijinkan diajak merunduk dan mengambil peralatan, apalagi berjongkok di samping motor.

Selanjutnya adalah meneruskan finishing laporan. Laporan penelitian tentang kuburan ini sebenarnya mudah sekali. yang sangat sulit adalah membuat laporan pembelanjaan. Ada yang harus dimanipulasi di sana dan di sini. Banyak pembelanjaan yang tidak disertai nota. Iya, betul. Masak beli kembang setaman di dekat kuburan harus minta nota? Solusinya adalah menyiapkan lembaran pembayaran langsung yang biasa di sepakati oleh bendahara. Bentuknya selembar kertas dengan diisi keterangan pembayaran untuk jasa atau barang apa, ditandatangani oleh yang menyediakan jasa. Sudah begitu saja. Hei... tidak semua penjual kembang bisa nulis, tahu! Hehehehe... ya, sudahlah, diisi sendiri saja. Dibilang manipulasi, ya, okelah... Yang penting saya ikhlas.

Rencana penyelesaian laporan itu cuma berhasil di angan-angan. Lagi-lagi perut yang disalahkan. Untuk duduk di depan komputer, di kursi empuk sekalipun, dubur ini tetep terasa sakit. Maka saya berinisiatif, laporan itu saya tulis dulu di lembar kertas, sambil saya tiduran tengkurap dan nyaman. Memang akhirnya hanya selesai setengahnya, tapi sudah cukup bagi pesakitan macam saya ini.

Kisah selanjutnya di postingan berikutnya, ya... Saya mau ke belakang dulu....
Terima kasih...
Read more...

Sabtu, 17 September 2011

Sabtu tlah Berlalu, Hari Minggu Kita Berburu

Sabtu kemaren tidak ada yang bisa diceritakan selain kegagalan mendapatkan port data USB di backflip dan sate jaran yang membuat hari ini perut saya jadi mekar. Froyo tidak jadi berada di tangan, malah batuk-batuk dan perut kembung mendera. Ditambah dengan lalainya saya mengisi ulang Smartfren harian saya... ahh... lengkap sudah...

Saya ditelepon oleh V3, menmberitahukan bahwa Motorola Backflip saya tidak bisa diapa-apakan. Port USB di sebelah kanan yang menyala kalau ada koneksi atau kalau baterei melemah tidak bisa diganti. Saat itu saya sedang berada di kamar mandi. Saya lanjutkan ritual kecil sekitar 15 menit, kemudian meluncur menuju service centre V3. Saya temui bozz yang berkaca mata bertato di tangan dan kakinya. Saya tanyakan apakah memang portnya yang rusak, atau ada sesuatu yang lain yang bisa dilakukan. Sepertinya memang tidak bisa menjawab dengan pasti, jawaban apa yang pasti untuk kasus Motorola Backflip bundlingan AT&T itu. OK. Saya ambil barang, saya coba tanyakan nanti di tujuan berikutnya sore hari nanti.
Saya pikir-pikir sendiri. Barangkali memang bukan salah portnya, atau salah kabelnya. Yang salah adalah Motorola Backflip tidak beredar di Indonesia secara umum dan saya tidak membawa serta kabel data bawaan aslinya. Jadinya, Ponsel tanpa kabel data yang tidak bisa di-root tidak bisa di ganti system operasinya. Oh, Androidku sayang.... harus kucarikan jodoh lagi dengan bongkaran rusak di pasar US sana.....

Lanjut di sore hari.... Bersama mas Wahyu, saya mengambil satu lagi Ponsel Android yang bertajuk HTC Hero CDMA, yang juga dihandle oleh OS Cup Cake Android 1.5, sama seperti Motorola Backflip saya. Nah, di Godean ini, saya mau membuktikan hasil oprekan mas Habib yang akan membuat HTC Hero CDMA itu berubah menjadi Eclair. Sampai di Godean, mas Habib sudah menunggu dan segera memberi tutorial ringan kepada mas Wahyu. Dicolek sana sini, seret sana sini, sudah OK. Nah, giliran saya bertanya, apakah memang sulit menemukan spare part Hape yang tidak diproduksi di Indonesia? Kalau ada, di manakah tempatnya? Jedeng.... Ahli Android ini ternyata juga belum tahu masalah yang dihadapi Backflip ini bisa diatasi atau tidak.... OK... kami pamit dan mampir di....
SATE JARAN JITU. Lokasinya persis di sebelah Koramil Godean, menghadap ke utara. Kami mencoba sate bakar dan tongseng. Tidak lupa sambil menunggu pesanan selesai, kami utak atik Android masing-masing. Update status di Facebook, gesek gesek, puter puter.... sampai makanan datang. Lekas kami sambut dengan sentuhan khas penunggang kuda yang cekatan menyelesaikan tugas. Selesai makan, kembali utak atik Android sampai bener-bener kehabisan baterei.... Mengomentari sate jaran yang tidak seenak di Gedong Kuning, check in di locator GPS, sampai mencoba navigator.
Begitulah hari Sabtu, sudah berlalu dan hari ini kita akan berburu.... tunggu kami, ya....
Read more...