Tampilkan postingan dengan label penjual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penjual. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2011

Pentingnya Blog dan Marketing

Blog dan marketing. Mengapa harus dihubungkan antara blog dan marketing? Inti dari marketing adalah adanya penjualan, sedangkan blog menjadikan proses penjualan menjadi lebih mudah. Blog mampu mewadahi pola marketing statis yang biasa dipraktikkan pada toko atau kios. Blog juga mampu menjadi sarana propaganda layaknya pola penjualan dinamis yang mendatangi konsumen secara langsung maupun tidak langsung. Blog bisa menjadi sarana bagi kedua mode penjualan. Itulah sebabnya saya beri judul tulisan ini Pentingnya Blog dan Marketing. Saya membuat judul Pentingnya Blog dan Marketing karena kalau dibaca terdengar enak. Coba diulangi, Pentingnya Blog dan Marketing. Enak, kan? Akan tetapi sebenarnya judul itu akan lebih lengkap jika misalnya berbunyi begini, "Pentingnya Blog dan Marketing bagi Pengembangan UMKM". Itu jika saya menyasarkan tulisan ini untuk pengembangan UMKM. Padahal sebenarnya saya masih ingin meneruskan judul-judul saya yang bernuansa hari-hari. Untuk itu saya tetap membuat sub judul hari di bawah judul utama tadi. Kamis. Hari Kamis. Pembicaraan tentang bagaimana blog yang menarik bisa meningkatkan minat untuk menyelidiki lebih lanjut tentang produk yang dipajang (kalau tidak mau dibilang ditawarkan). Pertanyaan nya berkembang menjadi, blog yang bagaimanakah yang disebut menarik? Saya dan beberapa teman kelompok Shvoonger, mencoba membahasnya. Dan, kesimpulannya adalah sebagai berikut. 1. Blog disebut menarik jika wajah dan penampilannya menarik. Padahal seperti yang sudah diketahui bersama, menarik atau tidak adalah relatif, tidak semua orang mempunyai definisi yang sama. Oleh karena itu, supaya blog bisa menarik minat orang untuk mengunjungi, usahakan mengerti apa yang orang inginkan. Kalau kita menyiapkan blog yang membagikan ilmu Penguatan Ekonomi Wilayah, kita hadirkan semaksimal mungkin informasi tentang Penguatan Ekonomi Wilayah tersebut. Sertakan gambar, atau skema yang menunjukkan ilustrasi dari tulisan. Semakin tepat dan pasti sasaran yang akan ditembak, semakin tinggi minta pengunjung terhadap blog kita. 2. Berikan Tips atau Trik yang berkaitan dengan sasaran blog kita. Contohnya begini, masih tentang Penguatan Ekonomi Wilayah, berikan tips atau trik penyusunan laporan rugi laba untuk komunitas petani organik lahan sempit. Atau jika yang kita sasar adalah para penghobi fotografi, kita bisa hadirkan tips dan trik membuat penutup lensa darurat. Itu hanya contoh saja, silahkan berkreasi menurut ilmu yang dimiliki masing-masing. 3. Jangan menulis seolah-olah lebih pintar dari orang lain. Tulisan yang sok pintar akan membuat pengunjung meninggalkan komentar buruk. 4. Tulislah yang ingin diutarakan dengan bahasa sederhana dan tidak menyinggung intelektualitas seseorang. Usahakan sopan, atau tergantung juga dari sasaran pengunjung yang kita bidik. Jika pengunjungnya adalah anak muda gaul, ya jangan menggunkan bahasa kaku semacam undang-undang dan peraturan daerah. Demikian juga sebaliknya. Begitu dulu sedikit kesimpulannya... Sebagian kesimpulan lainnya belum diujicobakan, jadi masih menunggu respon yang tepat untuk membagikannya.. Jum'at. Yang hari Jum'at saya pindah ke postingan berikutnya saja, ya... Saya khawatir malah akan memperlebar bahasan di post kali ini. Ok, terimakasih... Read more...

Senin, 19 September 2011

Berburu Waktu di Hari Minggu

Rencana yang disusun hari sebelumnya kelihatan rapi dan menarik untuk segera dikerjakan. Namun, ternyata ada yang belum bisa diselesaikan, perut. Masalah ini selalu menjadi hal yang kurang bisa disyukuri.... aduh.... mengapa pula harus mengeluh... sebabnya adalah, setelah perut yang tidak berkompromi, tentu diikuti oleh dubur yang panas atau berdarah.... aduh....

Hari Minggu kemaren berencana membongkar sepeda motor, bukan MOTOROLA, lho. Dibersihkan biar mengkilap, dan yang paling penting, bisa jalan lagi... GAGAL. Dubur panas dan perut melilit tidak mengijinkan diajak merunduk dan mengambil peralatan, apalagi berjongkok di samping motor.

Selanjutnya adalah meneruskan finishing laporan. Laporan penelitian tentang kuburan ini sebenarnya mudah sekali. yang sangat sulit adalah membuat laporan pembelanjaan. Ada yang harus dimanipulasi di sana dan di sini. Banyak pembelanjaan yang tidak disertai nota. Iya, betul. Masak beli kembang setaman di dekat kuburan harus minta nota? Solusinya adalah menyiapkan lembaran pembayaran langsung yang biasa di sepakati oleh bendahara. Bentuknya selembar kertas dengan diisi keterangan pembayaran untuk jasa atau barang apa, ditandatangani oleh yang menyediakan jasa. Sudah begitu saja. Hei... tidak semua penjual kembang bisa nulis, tahu! Hehehehe... ya, sudahlah, diisi sendiri saja. Dibilang manipulasi, ya, okelah... Yang penting saya ikhlas.

Rencana penyelesaian laporan itu cuma berhasil di angan-angan. Lagi-lagi perut yang disalahkan. Untuk duduk di depan komputer, di kursi empuk sekalipun, dubur ini tetep terasa sakit. Maka saya berinisiatif, laporan itu saya tulis dulu di lembar kertas, sambil saya tiduran tengkurap dan nyaman. Memang akhirnya hanya selesai setengahnya, tapi sudah cukup bagi pesakitan macam saya ini.

Kisah selanjutnya di postingan berikutnya, ya... Saya mau ke belakang dulu....
Terima kasih...
Read more...