Tampilkan postingan dengan label shvoong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shvoong. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Pak Tua, Sudahlah!

Pak Tua itu duduk memegang topi dari anyaman bambu. Hasil desain alam yang unik, bambu jadi topi. Tidak dipakainya topi itu untuk menutupi kepala dari matahari, namun ditengadahkan untuk menerima lebih banyak lemparan uang.



Pak Tua itu pengemis. Dia duduk sambil menunduk. Mengacuhkan berapa keping yang masuk ke dalam capingnya. Betul. Anyaman desain alam tadi namanya caping. Sangat banyak manfaatnya. Selain untuk pelindung kepala Pak Tani, caping juga berguna bagi Pak Tua pengemis trotoar.

Menghindari pembicaraan lebih jauh tentang salah siapa, dosa siapa, (biasanya teman SHVOONG saya senang berdebat tentang segala hal, harapan, kepercayaan, sampai penuntasan hasrat seksual) saya lebih condong menghadirkan suasananya saja. Selamat mengapresiasi.

Sent from Yahoo! Mail on Android
Read more...

4 COLOR 4 Motorola Backflip

 4 color hasil bidikan camera 360 yang notabene adalah aplikasi camera 4 android yang bagus. Performanya diakui banyak pengguna android di seluruh dunia. Setahu saya di Indonesia, di forum Andrografy banyak anggotanya yang memasang apk camera 360.



Saya adalah salah satu pengguna ANDROID yang baru belajar fotografi. Ketika menemukan referensi tentang camera 360 saya langsung mencobanya setelah mencopot aplikasi camera xoom. Hasil otak atik dan utek utek, saya mencoba menghadirkan salah satu hasil guna fitur 4 color dari camera 360.


4 color ini saya gunakan memotret obyek manusia, dan benda lain. Semoga fitur 4 color ini bisa saya susul dengan review fitur lain dari camera 360. Review mereview ini jadi kebiasaan setelah senang dengan ucapan selamat dari SHVOONG. Selamat mengapresiasi.




Sent from Yahoo! Mail on Android
Read more...

Senin, 17 Oktober 2011

Menyembuhkan Sakit Gigi

Sakit gigi memang mbahnya rasa sakit. Sakit yang satu ini membuat penderitanya gelisah, tidak tahu maunya apa, gampang naik darah, tidak bisa menikmati indahnya hidup. Walaupun sudah diobati nyatanya sakit itu hanya hilang sementara saja. Kalau penyebab utama sakit belum diselesaikan, maka sakit itu akan semakin sering berulang. Nah, ini ada kisah Mas Han yang berusaha menyembuhkan sakit giginya.



Itu bukan Mas Han, lho...


Mas Han kelabakan. Pengennya ikut tertawa hahaha hihihihi bersama teman-teman, tapi apa daya gigi meradang. Bengkak katanya. Bukan giginya yang bengkak (itu gigi narsis namanya) tapi gusinya yang membesar. Mas Han minum susu coklat diselingi susu putih, sambil terus merokok dan meringis memegangi pipi kirinya. Teman-teman semakin besar ketawanya melihat Mas Han yang gelisah menahan naiknya darah.

Sudah, mari kita bantu Mas Han mengurangi sakit di giginya. Ini solidaritas, men, biar semua orang bisa tertawa dengan lebih keras. Kami, seperjuangan nyepong (baca: main shvoong) tidak akan membiarkan ada teman yang menderita. Tidak ada yang meringkuk menahan sakit. setidaknya untuk sementara waktu sakit gigi anda bisa mereda. Berikut ini yang harus dilakukan untuk mengurangi rasa sakit itu dengan cepat:

1. Pijatlah otot di antara ibu jari dan jari telunjuk tangan Mas Han, tangan kanan boleh, tangan kiri juga boleh. Memijat di daerah ini juga bisa mengurangi sakit kepala. Ada otot yang berhubungan dengan syaraf di kepala dan sekaligus sebagai sarana pengalihan rasa sakit sementara menunggu datangnya tukang obat.

2. Ada yang menyarankan memijat otot rahang atau pipi di bawah telinga Mas Han. Mas Han melakukan pijatan ini dan memang sakit gigi nya berkurang. Bisa juga sambil mengoleskan balsem atau benda panas di daerah tersebut.

3. Ada yang mengambilkan air hangat yang dicampur dengan sedikit garam dan menyiapkan kompres hangat. Sebaliknya ada yang usul untuk mengambil es batu sebongkah kecil untuk ditempelkan ke tempat sakit gigi. Katanya cara itu juga cukup manjur untuk mengurangi rasa sakit gigi yang teramat ngilu.

Nah, sementara menunggu tukang obat datang, Mas Han sudah bisa ikut nimbrung tertawa terkekeh kekeh sampai tumpah air garam dari gelas di tangannya.
Read more...

Kamis, 06 Oktober 2011

Stop Menulis!

Siapa yang bilang menulis itu sehat? Bohong. Menulis itu membuat penyakit datang semakin cepat. Jadi, berhentilah menulis! Ingat, Hentikan menulis!


Apa saja yang membuat menulis saya anggap sebagai kegiatan yang tidak sehat? Di bawah ini saya daftara satu demi satu, dan terbuka bagi Anda yang ingin menambahkannya.

1. Menulis itu membuat tangan menjadi terbebani dengan kerja yang berlebih. Otak yang berpikir terlalu cepat meminta tangan menyalurkannya dengan cepat pula ke dalam bentuk tulisan. Tulisan dengan tangan dan ballpoint akan membuat ibu jari dan bagian tangan lain yang berperan dalam memegang ballpoint atau pensil menjadi overworked. Menulis dengan mesin ketik atau komputer membuat ujung-ujung jari menjadi tumpuan beban sehingga menyebabkan hilangnya kepekaan hingga uratnya keseleo.

2. Menulis itu membuat kegiatan nongkrong dan membicarakan hal-hal penting tentang negara dan masyarakatnya menjadi terganggu. Banyak masalah akhirnya tidak terpecahkan karena terlalu banyak orang yang menulis dan meninggalkan perkumpulan sosial.

3. Menulis itu seperti orang yang pengecut. Tidak berani mengungkapkannya secara langsung. Menulis sama dengan lempar batu sembunyi tangan. Apalagi kalau yang ditulis adalah surat kaleng.

4. Menulis membuat keluarga terbengkalai. Kalau setiap saat waktu yang dimiliki digunakan terus menerus untuk menulis, maka keluarga akan semakin kacau. Coba bayangkan kalau seluruh anggota keluarga menulis semua, siapa yang akan mencuci, siapa yang akan membeli kopi, semuanya asyik menulis.

5. Menulis itu boros energi. Energi yang dikeluarkan ketika menulis harus diganti dengan makan makanan yang bergizi, kaya vitamin, protein dan mineral. Apalagi jika yang ditulis adalah tulisan yang memerlukan otak, pasti akan membutuhkan menu tambahan berupa telur buaya. Betapa borosnya kegiatan ini. Belum lagi jika menulis menggunakan komputer, bukan laptop, atau mesin ketik, apalagi ballpoint, energi yang dihabiskan pasti sungguh besarnya.

6. Menulis itu seperti candu. Kalau terlalu sering menulis, maka bisa dipastikan tulisannya akan semakin banyak, jurnal, artikel, blog, cerpen, shvoong, puisi, komik, dan banyak lagi....Berbahaya sekali kalau sesuatu sudah menjadi candu.

Jadi, Hentikan Menulis. Jangan menulis! Itulah slogan slogan yang harus kita teriakkan. Kita harus bersatu supaya manusia Indonesia tetap sehat adanya. Stop Menulis!

Lalu, mengapa saya menulis?
Read more...

Minggu, 02 Oktober 2011

Lihat, Sudah ada Backflip yang Baru (motorola backflip rooted upgraded to Gingerbread)

Saya menulis pertama kali menggunakan motorola backflip pada Shvoong edisi menanam emas. Kemudian saya tulis artikel melankolik persis sebelum saya tulis postingan kali ini. Yang ketiga adalah tulisan ini yang juga saya tulis dengan motorola backflip secara terbuka memakai keyboard mikronya. Saya hanya bisa bergumam kagum dan setengah berharap, semoga baterenya tahan lama seperti yang dimiliki motorola backflip saya sebelumnya.

Dan sesuai dengan harapan saya beserta teman segerombolan pencinta motorola, android, dan shvoong, backflip memang jagoan. Dengan kenyataan ini, saya memutuskan untuk tidak terlalu melankoli lagi sebab saya masih bisa berkoneksi dan berkomunikasi dengan istri saya tercinta berkat kemampuan yang dimiliki backflip ini.

Bayangkan, barang kecil seperti ini, dijejali prosesor 528 mhz yang kemudian dioverclock menjadi 648 mhz. Menggeh-menggeh kalo orang Jawa bilang. Kemudian ada kamera dengan resolusinya 5 mega piksel yang mampu menghadapi malam hari karena didampingi flashlight. Dan yang ekstreem adalah cara membuka yang terbalik sehingga julukan backflip itu sungguh tepat. Cara buka tutup yang terbalik itu terkadang membuat orang yang awam dengan gadget satu ini kebingungan. Kebingungan itulah yang membuat deg-degan karena khawatir memaksakan menutupnya dengan keras, padahal terbalik caranya. Ekstremenya ya di situ. Kalau tidak diperingatkan, bisa patah backflip itu.

Setelah fitur bawaan yang diroot dan upgrade tadi, saya tinggal memasukkan aplikasi yang sudah saya siapkan jauh sebelum motorola backflip ini di tangan saya. Ini adalah motorola backflip saya yang kedua. Yang pertama sudah saya jual karena kabel data dan accesories lainnya tidak ada. Nah, di motorola backflip yang kedua inilah saya puaskan dengan aplikasi koneksi dan komunikasi sehingga saya selalu bisa melepas rindu dengan istri. Hallo sayang, Apa kabar? Begitu sapa saya setiap hari. Uhui...

Ada GPS yang terintegrasi dengan Google Map. Google Voice dengan google talk, tinggal bayar sedikit, dapat saya bicara dengan istri saya lewat VoIP. Juga Skype yang sangat membantu saya dalam berkomunikasi. Dan tidak lupa penyimpanan yang lega sampai 32 GB melalui micro SD memory card membuat saya bisa melihat gambar dan video istri saya sepanjang hari.

Mau tahu kelebihan lain dari Android yang satu ini? Datang pada saya lalu kita uji bersama. Saya juga berencana mencari seri lain dari motorola yang berjenis kelamin android seperti backflip ini. Kalau sudah dapat, nanti akan saya coba dan reviewnya akan saya kasih tahukan kepada teman-teman semua. Incaran saya adalah motorola cliq, motorola milestone, dan motorola droid 2
.
Read more...

Well, Seminggu tanpa Kamu Dua Setengah Bulan yang Lalu

Well, benar-benar rindu rasanya hari ini. Tidak disangka sudah lewat 2,5 bulan tanpa menyapa matahri bersama. Ah, hampir lupa rasanya. Sayang... Sudah bangunkah, kamu? Mau saya bangunkan seperti biasanya? Kubelai sambil kubisikkan lelucon tentang negara kita?

Yah, hari ini betul terasa asing di dalam WC sendirian. Tidak mau bertegur sapa dengan sesama. Tidak mampu bicara senormal biasanya. Hari ini betul seminggu dua setengah bulan yang lalu... Saya juga baru menyadari, makanan pagi ini tidak terasa apa-apa. Saya juga baru mengerti untuk apa air mata jatuh sepagi ini. Ah, betul capek kiranya tubuh dan jiwa ini. Lebam lengan dan kaki berminggu-minggu lalu rupanya ilustrasi yang terlalu sepi tanpa hadirmu... Ah... Sentimentil sekali...

Sudah! Berhentilah berkesah. Saatnya ambil bajumu, ambil celanamu, berangkatlah ambil uang. Ingat, nanti malam posting yang banyak. Tulis buat Shvoong yang serius, jangan asal menulis 300 kata. Kasih kabar gembira kepada orang-orang. Beri harapan pada semua teman. Hari ini, ambil uang dan biarkan uang itu bekerja lagi. Uang?

Siapa yang bilang ada uang? Uang siapa? Diambil di mana? Bukankah uang dari Shvoong pemberitahuannya tanggal 7?

Siapa yang bilang dari Sepong? Saya hanya bilang ambil uang. Entah kamu mau ambil dari mana, yang jelas saya cuman bilang ambil uangnya!

Artinya, saya harus bagaimana?

KERJA! jangan hanya diam saja. Bodoh!
Read more...

Jumat, 23 September 2011

Lanjutan Pentingnya Blog dan Marketing

Jum'at. Meneruskan postingan hari sebelumnya, yaitu tentang simpulan dari obrolan teman-teman Shvoong. Namun kali ini, saya akan ceritakan hasil pertemuan kami dengan salah satu pemenang British Council Arthur Guinness Fund Entrepreneur Concept Competition. Kompetisi konsep enterpreneur yang diselenggarakan oleh British Council dan didanai oleh Arthur Guinness Fund. Pemenang dari kota Yogyakarta itu ingin mengembangkan ekonomi wilayah berbasis lingkungan. Kami dan anggota koperasi klenthing diajak bekerja bersama dalam menyelesaikan cita-cita yang tertuang dalam konsep yang menang dalam kompetisi tersebut. Beberapa kampung di kota Yogyakarta yang memiliki kemampuan pengolahan sampah plastik. Kampung-kampung itu mampu mengurangi jumlah sampah plastik yang disetor ke TPA Piyungan, Bantul. Pengelolaan sampah plastik itu juga ditambah dengan pengelolaan sampah lainnya. Dari sampah organik yang dijadikan kompos sampai sampah kertas yang bisa dijual dengan harga cukup menawan. Kendala yang dihadapi adalah manajemen dan sistem distribusi pekerjaan serta pemasaran. Barang yang sudah dihasilkan dari pengolahan sampah plastik masih belum dikenal oleh sebagian besar komponen masyarakat. Nah, pembicaraan malam itu difokuskan bagaimana strategi manajemen dan organisasi kelompok yang tersebar di berbagai sudut kota Yogyakarta. Apa yang harus dilakukan, siapa yang akan melakukan apa, dan bagaimana cara melakukannya. Pertama-tama, kami harus Eh, sebentar, ya.... nanti tak lanjutkan... Read more...

Pentingnya Blog dan Marketing

Blog dan marketing. Mengapa harus dihubungkan antara blog dan marketing? Inti dari marketing adalah adanya penjualan, sedangkan blog menjadikan proses penjualan menjadi lebih mudah. Blog mampu mewadahi pola marketing statis yang biasa dipraktikkan pada toko atau kios. Blog juga mampu menjadi sarana propaganda layaknya pola penjualan dinamis yang mendatangi konsumen secara langsung maupun tidak langsung. Blog bisa menjadi sarana bagi kedua mode penjualan. Itulah sebabnya saya beri judul tulisan ini Pentingnya Blog dan Marketing. Saya membuat judul Pentingnya Blog dan Marketing karena kalau dibaca terdengar enak. Coba diulangi, Pentingnya Blog dan Marketing. Enak, kan? Akan tetapi sebenarnya judul itu akan lebih lengkap jika misalnya berbunyi begini, "Pentingnya Blog dan Marketing bagi Pengembangan UMKM". Itu jika saya menyasarkan tulisan ini untuk pengembangan UMKM. Padahal sebenarnya saya masih ingin meneruskan judul-judul saya yang bernuansa hari-hari. Untuk itu saya tetap membuat sub judul hari di bawah judul utama tadi. Kamis. Hari Kamis. Pembicaraan tentang bagaimana blog yang menarik bisa meningkatkan minat untuk menyelidiki lebih lanjut tentang produk yang dipajang (kalau tidak mau dibilang ditawarkan). Pertanyaan nya berkembang menjadi, blog yang bagaimanakah yang disebut menarik? Saya dan beberapa teman kelompok Shvoonger, mencoba membahasnya. Dan, kesimpulannya adalah sebagai berikut. 1. Blog disebut menarik jika wajah dan penampilannya menarik. Padahal seperti yang sudah diketahui bersama, menarik atau tidak adalah relatif, tidak semua orang mempunyai definisi yang sama. Oleh karena itu, supaya blog bisa menarik minat orang untuk mengunjungi, usahakan mengerti apa yang orang inginkan. Kalau kita menyiapkan blog yang membagikan ilmu Penguatan Ekonomi Wilayah, kita hadirkan semaksimal mungkin informasi tentang Penguatan Ekonomi Wilayah tersebut. Sertakan gambar, atau skema yang menunjukkan ilustrasi dari tulisan. Semakin tepat dan pasti sasaran yang akan ditembak, semakin tinggi minta pengunjung terhadap blog kita. 2. Berikan Tips atau Trik yang berkaitan dengan sasaran blog kita. Contohnya begini, masih tentang Penguatan Ekonomi Wilayah, berikan tips atau trik penyusunan laporan rugi laba untuk komunitas petani organik lahan sempit. Atau jika yang kita sasar adalah para penghobi fotografi, kita bisa hadirkan tips dan trik membuat penutup lensa darurat. Itu hanya contoh saja, silahkan berkreasi menurut ilmu yang dimiliki masing-masing. 3. Jangan menulis seolah-olah lebih pintar dari orang lain. Tulisan yang sok pintar akan membuat pengunjung meninggalkan komentar buruk. 4. Tulislah yang ingin diutarakan dengan bahasa sederhana dan tidak menyinggung intelektualitas seseorang. Usahakan sopan, atau tergantung juga dari sasaran pengunjung yang kita bidik. Jika pengunjungnya adalah anak muda gaul, ya jangan menggunkan bahasa kaku semacam undang-undang dan peraturan daerah. Demikian juga sebaliknya. Begitu dulu sedikit kesimpulannya... Sebagian kesimpulan lainnya belum diujicobakan, jadi masih menunggu respon yang tepat untuk membagikannya.. Jum'at. Yang hari Jum'at saya pindah ke postingan berikutnya saja, ya... Saya khawatir malah akan memperlebar bahasan di post kali ini. Ok, terimakasih... Read more...

Kamis, 22 September 2011

Cerita Hari Rabu

Hari Rabu, saya kurang serius berolahraga. Perut saya masih kembung, tapi belum diikuti oleh rasa mules. Jadi perut semakin terasa mbesesek. Saya paksakan mandi biar hilang rasa sebah dan jengah. Saya putar audio di Motorola Backflip, saya pilih "Ocean Wave Sound" untuk membangkitkan chakra romantic. Mandi ditemani suara debur ombak yang mengajak bangkit semangat saya.

Hari ini, saya bercerita saja, ya....

Saya pernah ikut berjalan di daerah pinggir kali code. Daerah itu lumayan kumuh, walaupun tidak sekumuh Jakarta. Ibu-ibu tinggal di rumah, atau membuka kios kecil menjual barang kelontong. Namun ada juga yang berani membuka jasa cuci atau masak. Dan ada sesuatu yang menarik, saya melihat ada beberapa ibu yang tekun menghadapi tampah berisi potongan plastik. Rupanya plastik-plastik itu dipotong kecil kecil dan dijadikan bahan pengisi bantal. Ternyata, selain sebagai pengisi bantal, potongan plastik itu juga dipakai sebagai bahan pembuat tas. Bagaimana bisa?

Plastik itu adalah plastik bekas pembungkus makanan atau minuman sachet yang biasanya dilapis alumunium foil di dalamnya. Plastik jenis itu tidak laku di pasaran pengepul barang rongsok. Saudara saya yang jadi juragan bijih plastik di Semarang juga memberikan pendapat yang sama mengenai hal itu. Nah, karena tidak laku dijual, maka plastik itu dirajang dan bisa dimanfaatkan lagi. Ide itu sebenarnya juga menjadi jawaban atas kegelisahan teman-teman yang melihat tas yang terbuat dari plastik bungkus semacam itu, namun masih utuh wujud bungkusnya. Kegelisahan itu berdasarkan atas pemikiran bahwa tas itu malah akan menjadi ajang promosi produk yang bungkusnya dipakai sebagai bahan baku. Mengingat program 3R pengelolaan sampah itu juga mengandung unsur Reduce, maka seharusnya promosi barang penyebab sampah juga harus dikurangi.

Kegelisahan itu terjawab sudah. Ibu-ibu yang entah mendapat pelajaran dari mana bisa mengubah plastik bungkus yang terbuang sia-sia tadi menjadi barang yang bisa dipakai lagi. Saya salut dengan kegigihan mereka. Coba bayangkan, jika bantal berisi potongan plastik tadi diminati orang, dan dihargai dengan puluhan ribu rupiah, maka betapa senangnya suami dan anak-anak yang mendapatkan tambahan gizi. Namun, jangan lupa pula untuk membayangkan betapa kakunya tangan yang sepanjang hari memotong kecil-kecil berpuluh bahkan beratus-ratus plastik. Belum tentu malam nanti suaminya mau dimintai tolong memijat tangan kakunya. Ah... Perjuangan memang selalu harus dilakukan sebelum kebahagiaan menjelang....

Ibu-ibu itu ternyata tidak sendirian. Ada beberapa kelompok ibu yang juga melakukan aktifitas yang sama di daerah Kota Yogyakarta yang lain. Bahkan ada kelompok yang sudah melakukan pengelolaan yang lebih baik terhadap sampah di lingkungan rumah tangga mereka. Plastik yang setiap saat mereka butuhkan pasti akan dikumpulkan terlebih dahulu. Sisanya, yang berupa sampah organik, kertas, dan bahan lainnya diserahkan kepada rantai pengelolaan berikutnya. Mereka juga melakukan aktifitas administrasi, manajemen, marketing, dan edukasi kepada seluruh element di daerahnya masing-masing. Saya ceritakan semua itu pada teman-teman Shvoong saya. Tentu saja saya sangat bahagia bisa mengetahui kegiatan-kegiatan itu dan bisa menceritakannya kepada Anda.

Terima kasih atas perhatiannya. Jika nanti saya temukan cerita lain yang layak Anda komentari, pasti akan saya sampaikan. Selamat bekerja keras.
Read more...

Selasa, 30 Agustus 2011

Awal Syawal

Salam Jumpa. Saya senang bisa bercerita lagi. Ini kali saya ceritakan perjalanan saya di hari Selasa, tanggal 1 Syawal 1432. Ritual bersama keluarga. Ini hari sangat khusus. Semua berkumpul, kecuali satu, istri saya. Semua mulai bersalaman meminta maaf dan memberi maaf. Semua takluk pada perasaan. Sayapun demikian. Tidak tahu mengapa, tapi keharuan itu langsung menyeruak saat ibu memeluk dan terisak. Entah apa yang ada di pikiran beliau tapi sayapun katut terharu biru. Menangis mencoba menyadari empati beliau kepada saya yang saat itu sendirian.

Adik-adik membawa muka mereka menghadap lantai. Saya selesaikan dengan Ibu, berpindah kepada Bapak dengan masih membawa sedu sedannya. Labil. Sentuhan sedikit saja akan membangkitkan gelombang dahsyat. Gelombang kerinduan yang tak mungkin orang lain bisa rasakan. Saya mencoba mengkonversinya menjadi energi yang akan semakin menambah kekuatan hidup saya. Saya putuskan untuk berangkat ke Salatiga hari itu.


Saya memakai sepeda motor kawasaki ZX pinjaman dari kakaknya Thomas, teman Shvoong saya. Motor yang sangat nyaman kecuali rantainya yang bergerincing. Saya coba menikung dan menelusup dengan cepat di antara truk tangki premium. Cukup bagus. Maka saya lanjutkan perjalanan dengan cepat menuju Salatiga. Sayang sekali angin bertiup sangat kencang. Cover Gitar yang saya sandang di punggung sampai copot salah satu tali strepnya. Saya coba berhenti dan membetulkan sebisanya di tengah jalan lebar yang baru saja diperbaiki. Jalan antara Kartosuro Boyolali yang dulu hanya muat dua kendaraan berat sekarang enam kendaraan saling bersilangan pun terasa nyaman sekali. Namun anginnya yang kencang itu yang akhirnya mencabut tali strep cover gitar saya. Selesai memperbaiki semampunya, saya lajukan lagi menaiki tanjakan kecil yang panjang itu menuju Boyolali.


Tidak mampir ke Soto Seger Mbok Giyem? Masih tutup dan begitulah, maka yang beruntung adalah Soto Sedap di sebelah utaranya. Mobil dan kendaraan lain yang parkir memenuhi pinggiran jalan. Pengunjung antri tempat duduk.



Saya lewatkan saja antrian itu langsung melaju ke luar kota. Angin semakin keras. Deras sekali menghajar kendaraan saya. Saya kehilangan kendali. Tali Strep lepas lagi. Saya harus minggir lagi. Mencari toko yang masih buka, membeli korek gas, dan menyalakan sebatang rokok untuk mengusir penat dan ngantuk sembari menata ulang bawaan. Gitar saya taruh di depan, saya kempit dengan paha. Lanjutkan!
Benar-benar angin yang menggoda. Ngantuk semakin mendera. Saya coba kibas-kibaskan kepala setiap mata mulai terkatup. Saya selalu mencoba berada di luar rombongan manapun, khawatir lepas kontrol dan kebablasan. Saya nyanyikan yang lebih mirip teriakan supaya kesadaran tetap terjaga. Sudah hampir sampai di tujuan pertama. Terminal Tingkir sudah kelihatan. Membelok di perempatan, kemudian menuju jalan berkelok di pedesaan tempat tinggal Om dan Tante. Benar-benar mengantuk. Di belokan setelah tanjakan saya coba rebahkan motor untuk menikung. Aduh! Eits... Saya kaget sendiri. Ternyata tikungan itu berpasir. Saya terpeleset di roda depan. Tidak sampai jatuh dan segera saya angkat tegakkan kendaraan sambil masih berjalan. Untung di depan saya tidak ada kendaraan lain yang terlalu dekat. Saya bisa stabilkan kembali kendaraan gendut itu. Dan hilanglah kantuk saya, sementara....


Iya! Sementara saja kantuk itu hilang. Sesaat sesampainya di rumah Om, saya langsung masuk dan tergeletak tidur. Satu jam saya ngorok....
Read more...