Tampilkan postingan dengan label kerja keras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerja keras. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2011

Jika Kepepet, Jangan Ngepet.

Saat tidak punya adalah saat ujian dilakukan, seperti juga saat berpunya. Akan tetapi rasa yang paling besar deritanya adalah saat tidak punya menyapa diri kita. Kita bisa berhenti bergerak, berpikir, bahkan berhenti hidup. Namun ada juga insan yang ketika mendapati saat itu malah semangat luar biasa. Semangat bekerja keras, semangat menjual yang dipunyai, keahlian, kemampuan, bahkan barang (walaupun barang nya juga pinjaman)


Saya termasuk yang sering mendapati ujian semacam itu. Saya sempat menjual apapun demi memberi makan istri dan saudara serta teman-teman yang memang sangat membutuhkan. Saya menjual kata-kata saya demi mendapat kepercayaan. Saya menjual mobil teman untuk menutup utang. Saya juga menjual tenaga saya menjadi kuli pemasang billboard demi makan pagi esok hari.





Itu mobil teman yang saya jualkan. Uangnya saya pake untuk menutup utang cetakan...
Prinsip saya, jangan sampai ngepet hanya untuk menutup utang dan lain sebagainya. Lebih baik kerja keras ditambah kemudian jual yang bisa dijual. Hehehehe...
Saya akan share lagi pengalaman saya berjalan bersama desain alam ini.

Read more...

Senin, 10 Oktober 2011

Desain Alam yang Sempurna

Siapa yang mendesain alam semesta ini? Ada begitu saja, atau didesain dengan sengaja? Jika memang sengaja untuk apa kita membuat rencana?




Desain alam semesta ini terbilang sangat sempurna. Ukuran yang ragamnya cocok satu dengan yang lainnya. Tidak ada konfrontasi antar bentuk satu dengan bentuk lain. Ada keseimbangan yang luar biasa. Gelap yang berpasangan dengan terang. Semuanya tepat sempurna. Mari kita lihat beberapa di antara ketepatan dan kesempurnaan itu.
1. Bulan. Bulan itu entah ciptaan siapa yang pasti, jarak matahari ke Bumi adalah sama dengan 395 kali jarak bulan ke bumi sedangkan diameter matahari juga persis 395 kali diameter bulan, maka dilihat dari bumi, bulan persis sama besarnya dengan matahari. Diameter bumi adalah 12.756 km, diameter bulan 3.467 km dan diameter bulan adalah 27%-nya diameter bumi. Itulah mengapa jika terjadi gerhana, baik matahari atau gerhana bulan, semuanya sama persis menutup permukaannya padahal besarnya sangat jauh berbeda. Siapa yang memiliki pikiran sempurna seperti itu?
2. Ozon. Bumi kita ini berlapis ozon. Apa pula fungsi dan kegunaan ozon? Silahkan dikira-kira dan diingat ingat pelajaran SD kita dulu. Betapa sempurnanya. 

3. Manusia. Hewan dan tumbuhan saja sudah cukup unik dan rumit untuk dibicarakan desainnya, bayangkan bagaimana mendesain manusia dengan jumlah yang sedemikian banyak jumlah dan ragamnya.

Sangat banyak kalau kita kupas satu demi satu. Lebih baik kita rayakan kemenangan kita hari ini yang masih menikmati matahari dan sejuknya kota kita. Desain alam yang sempurna ini sudah selayaknya kita syukuri. Tidak perlu mengangkat perdebatan yang tidak penting tentang apakah ada pencipta atau tidak.

Selamat beraktifitas. Syukuri dan kerja keras lagi.
Read more...

Kamis, 22 September 2011

Cerita Hari Rabu

Hari Rabu, saya kurang serius berolahraga. Perut saya masih kembung, tapi belum diikuti oleh rasa mules. Jadi perut semakin terasa mbesesek. Saya paksakan mandi biar hilang rasa sebah dan jengah. Saya putar audio di Motorola Backflip, saya pilih "Ocean Wave Sound" untuk membangkitkan chakra romantic. Mandi ditemani suara debur ombak yang mengajak bangkit semangat saya.

Hari ini, saya bercerita saja, ya....

Saya pernah ikut berjalan di daerah pinggir kali code. Daerah itu lumayan kumuh, walaupun tidak sekumuh Jakarta. Ibu-ibu tinggal di rumah, atau membuka kios kecil menjual barang kelontong. Namun ada juga yang berani membuka jasa cuci atau masak. Dan ada sesuatu yang menarik, saya melihat ada beberapa ibu yang tekun menghadapi tampah berisi potongan plastik. Rupanya plastik-plastik itu dipotong kecil kecil dan dijadikan bahan pengisi bantal. Ternyata, selain sebagai pengisi bantal, potongan plastik itu juga dipakai sebagai bahan pembuat tas. Bagaimana bisa?

Plastik itu adalah plastik bekas pembungkus makanan atau minuman sachet yang biasanya dilapis alumunium foil di dalamnya. Plastik jenis itu tidak laku di pasaran pengepul barang rongsok. Saudara saya yang jadi juragan bijih plastik di Semarang juga memberikan pendapat yang sama mengenai hal itu. Nah, karena tidak laku dijual, maka plastik itu dirajang dan bisa dimanfaatkan lagi. Ide itu sebenarnya juga menjadi jawaban atas kegelisahan teman-teman yang melihat tas yang terbuat dari plastik bungkus semacam itu, namun masih utuh wujud bungkusnya. Kegelisahan itu berdasarkan atas pemikiran bahwa tas itu malah akan menjadi ajang promosi produk yang bungkusnya dipakai sebagai bahan baku. Mengingat program 3R pengelolaan sampah itu juga mengandung unsur Reduce, maka seharusnya promosi barang penyebab sampah juga harus dikurangi.

Kegelisahan itu terjawab sudah. Ibu-ibu yang entah mendapat pelajaran dari mana bisa mengubah plastik bungkus yang terbuang sia-sia tadi menjadi barang yang bisa dipakai lagi. Saya salut dengan kegigihan mereka. Coba bayangkan, jika bantal berisi potongan plastik tadi diminati orang, dan dihargai dengan puluhan ribu rupiah, maka betapa senangnya suami dan anak-anak yang mendapatkan tambahan gizi. Namun, jangan lupa pula untuk membayangkan betapa kakunya tangan yang sepanjang hari memotong kecil-kecil berpuluh bahkan beratus-ratus plastik. Belum tentu malam nanti suaminya mau dimintai tolong memijat tangan kakunya. Ah... Perjuangan memang selalu harus dilakukan sebelum kebahagiaan menjelang....

Ibu-ibu itu ternyata tidak sendirian. Ada beberapa kelompok ibu yang juga melakukan aktifitas yang sama di daerah Kota Yogyakarta yang lain. Bahkan ada kelompok yang sudah melakukan pengelolaan yang lebih baik terhadap sampah di lingkungan rumah tangga mereka. Plastik yang setiap saat mereka butuhkan pasti akan dikumpulkan terlebih dahulu. Sisanya, yang berupa sampah organik, kertas, dan bahan lainnya diserahkan kepada rantai pengelolaan berikutnya. Mereka juga melakukan aktifitas administrasi, manajemen, marketing, dan edukasi kepada seluruh element di daerahnya masing-masing. Saya ceritakan semua itu pada teman-teman Shvoong saya. Tentu saja saya sangat bahagia bisa mengetahui kegiatan-kegiatan itu dan bisa menceritakannya kepada Anda.

Terima kasih atas perhatiannya. Jika nanti saya temukan cerita lain yang layak Anda komentari, pasti akan saya sampaikan. Selamat bekerja keras.
Read more...