Tampilkan postingan dengan label desain alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desain alam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Pak Tua, Sudahlah!

Pak Tua itu duduk memegang topi dari anyaman bambu. Hasil desain alam yang unik, bambu jadi topi. Tidak dipakainya topi itu untuk menutupi kepala dari matahari, namun ditengadahkan untuk menerima lebih banyak lemparan uang.



Pak Tua itu pengemis. Dia duduk sambil menunduk. Mengacuhkan berapa keping yang masuk ke dalam capingnya. Betul. Anyaman desain alam tadi namanya caping. Sangat banyak manfaatnya. Selain untuk pelindung kepala Pak Tani, caping juga berguna bagi Pak Tua pengemis trotoar.

Menghindari pembicaraan lebih jauh tentang salah siapa, dosa siapa, (biasanya teman SHVOONG saya senang berdebat tentang segala hal, harapan, kepercayaan, sampai penuntasan hasrat seksual) saya lebih condong menghadirkan suasananya saja. Selamat mengapresiasi.

Sent from Yahoo! Mail on Android
Read more...

Sabtu, 12 November 2011

Nanas Desain Alam

 
Nanas yang segar.
Siapa yang tidak suka nanas? Semua orang pasti suka nanas. Apalagi nanas segar hasil pekarangan depan rumah. Lihat segarnya nanas yang sudah dikupas... Hmm... Desain alam yang sempurna..





Sent from Yahoo! Mail on Android
Read more...

Selasa, 11 Oktober 2011

Jika Kepepet, Jangan Ngepet.

Saat tidak punya adalah saat ujian dilakukan, seperti juga saat berpunya. Akan tetapi rasa yang paling besar deritanya adalah saat tidak punya menyapa diri kita. Kita bisa berhenti bergerak, berpikir, bahkan berhenti hidup. Namun ada juga insan yang ketika mendapati saat itu malah semangat luar biasa. Semangat bekerja keras, semangat menjual yang dipunyai, keahlian, kemampuan, bahkan barang (walaupun barang nya juga pinjaman)


Saya termasuk yang sering mendapati ujian semacam itu. Saya sempat menjual apapun demi memberi makan istri dan saudara serta teman-teman yang memang sangat membutuhkan. Saya menjual kata-kata saya demi mendapat kepercayaan. Saya menjual mobil teman untuk menutup utang. Saya juga menjual tenaga saya menjadi kuli pemasang billboard demi makan pagi esok hari.





Itu mobil teman yang saya jualkan. Uangnya saya pake untuk menutup utang cetakan...
Prinsip saya, jangan sampai ngepet hanya untuk menutup utang dan lain sebagainya. Lebih baik kerja keras ditambah kemudian jual yang bisa dijual. Hehehehe...
Saya akan share lagi pengalaman saya berjalan bersama desain alam ini.

Read more...

Senin, 10 Oktober 2011

Desain Alam yang Sempurna

Siapa yang mendesain alam semesta ini? Ada begitu saja, atau didesain dengan sengaja? Jika memang sengaja untuk apa kita membuat rencana?




Desain alam semesta ini terbilang sangat sempurna. Ukuran yang ragamnya cocok satu dengan yang lainnya. Tidak ada konfrontasi antar bentuk satu dengan bentuk lain. Ada keseimbangan yang luar biasa. Gelap yang berpasangan dengan terang. Semuanya tepat sempurna. Mari kita lihat beberapa di antara ketepatan dan kesempurnaan itu.
1. Bulan. Bulan itu entah ciptaan siapa yang pasti, jarak matahari ke Bumi adalah sama dengan 395 kali jarak bulan ke bumi sedangkan diameter matahari juga persis 395 kali diameter bulan, maka dilihat dari bumi, bulan persis sama besarnya dengan matahari. Diameter bumi adalah 12.756 km, diameter bulan 3.467 km dan diameter bulan adalah 27%-nya diameter bumi. Itulah mengapa jika terjadi gerhana, baik matahari atau gerhana bulan, semuanya sama persis menutup permukaannya padahal besarnya sangat jauh berbeda. Siapa yang memiliki pikiran sempurna seperti itu?
2. Ozon. Bumi kita ini berlapis ozon. Apa pula fungsi dan kegunaan ozon? Silahkan dikira-kira dan diingat ingat pelajaran SD kita dulu. Betapa sempurnanya. 

3. Manusia. Hewan dan tumbuhan saja sudah cukup unik dan rumit untuk dibicarakan desainnya, bayangkan bagaimana mendesain manusia dengan jumlah yang sedemikian banyak jumlah dan ragamnya.

Sangat banyak kalau kita kupas satu demi satu. Lebih baik kita rayakan kemenangan kita hari ini yang masih menikmati matahari dan sejuknya kota kita. Desain alam yang sempurna ini sudah selayaknya kita syukuri. Tidak perlu mengangkat perdebatan yang tidak penting tentang apakah ada pencipta atau tidak.

Selamat beraktifitas. Syukuri dan kerja keras lagi.
Read more...