Tampilkan postingan dengan label root. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label root. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

Lihat, Sudah ada Backflip yang Baru (motorola backflip rooted upgraded to Gingerbread)

Saya menulis pertama kali menggunakan motorola backflip pada Shvoong edisi menanam emas. Kemudian saya tulis artikel melankolik persis sebelum saya tulis postingan kali ini. Yang ketiga adalah tulisan ini yang juga saya tulis dengan motorola backflip secara terbuka memakai keyboard mikronya. Saya hanya bisa bergumam kagum dan setengah berharap, semoga baterenya tahan lama seperti yang dimiliki motorola backflip saya sebelumnya.

Dan sesuai dengan harapan saya beserta teman segerombolan pencinta motorola, android, dan shvoong, backflip memang jagoan. Dengan kenyataan ini, saya memutuskan untuk tidak terlalu melankoli lagi sebab saya masih bisa berkoneksi dan berkomunikasi dengan istri saya tercinta berkat kemampuan yang dimiliki backflip ini.

Bayangkan, barang kecil seperti ini, dijejali prosesor 528 mhz yang kemudian dioverclock menjadi 648 mhz. Menggeh-menggeh kalo orang Jawa bilang. Kemudian ada kamera dengan resolusinya 5 mega piksel yang mampu menghadapi malam hari karena didampingi flashlight. Dan yang ekstreem adalah cara membuka yang terbalik sehingga julukan backflip itu sungguh tepat. Cara buka tutup yang terbalik itu terkadang membuat orang yang awam dengan gadget satu ini kebingungan. Kebingungan itulah yang membuat deg-degan karena khawatir memaksakan menutupnya dengan keras, padahal terbalik caranya. Ekstremenya ya di situ. Kalau tidak diperingatkan, bisa patah backflip itu.

Setelah fitur bawaan yang diroot dan upgrade tadi, saya tinggal memasukkan aplikasi yang sudah saya siapkan jauh sebelum motorola backflip ini di tangan saya. Ini adalah motorola backflip saya yang kedua. Yang pertama sudah saya jual karena kabel data dan accesories lainnya tidak ada. Nah, di motorola backflip yang kedua inilah saya puaskan dengan aplikasi koneksi dan komunikasi sehingga saya selalu bisa melepas rindu dengan istri. Hallo sayang, Apa kabar? Begitu sapa saya setiap hari. Uhui...

Ada GPS yang terintegrasi dengan Google Map. Google Voice dengan google talk, tinggal bayar sedikit, dapat saya bicara dengan istri saya lewat VoIP. Juga Skype yang sangat membantu saya dalam berkomunikasi. Dan tidak lupa penyimpanan yang lega sampai 32 GB melalui micro SD memory card membuat saya bisa melihat gambar dan video istri saya sepanjang hari.

Mau tahu kelebihan lain dari Android yang satu ini? Datang pada saya lalu kita uji bersama. Saya juga berencana mencari seri lain dari motorola yang berjenis kelamin android seperti backflip ini. Kalau sudah dapat, nanti akan saya coba dan reviewnya akan saya kasih tahukan kepada teman-teman semua. Incaran saya adalah motorola cliq, motorola milestone, dan motorola droid 2
.
Read more...

Sabtu, 17 September 2011

Sabtu tlah Berlalu, Hari Minggu Kita Berburu

Sabtu kemaren tidak ada yang bisa diceritakan selain kegagalan mendapatkan port data USB di backflip dan sate jaran yang membuat hari ini perut saya jadi mekar. Froyo tidak jadi berada di tangan, malah batuk-batuk dan perut kembung mendera. Ditambah dengan lalainya saya mengisi ulang Smartfren harian saya... ahh... lengkap sudah...

Saya ditelepon oleh V3, menmberitahukan bahwa Motorola Backflip saya tidak bisa diapa-apakan. Port USB di sebelah kanan yang menyala kalau ada koneksi atau kalau baterei melemah tidak bisa diganti. Saat itu saya sedang berada di kamar mandi. Saya lanjutkan ritual kecil sekitar 15 menit, kemudian meluncur menuju service centre V3. Saya temui bozz yang berkaca mata bertato di tangan dan kakinya. Saya tanyakan apakah memang portnya yang rusak, atau ada sesuatu yang lain yang bisa dilakukan. Sepertinya memang tidak bisa menjawab dengan pasti, jawaban apa yang pasti untuk kasus Motorola Backflip bundlingan AT&T itu. OK. Saya ambil barang, saya coba tanyakan nanti di tujuan berikutnya sore hari nanti.
Saya pikir-pikir sendiri. Barangkali memang bukan salah portnya, atau salah kabelnya. Yang salah adalah Motorola Backflip tidak beredar di Indonesia secara umum dan saya tidak membawa serta kabel data bawaan aslinya. Jadinya, Ponsel tanpa kabel data yang tidak bisa di-root tidak bisa di ganti system operasinya. Oh, Androidku sayang.... harus kucarikan jodoh lagi dengan bongkaran rusak di pasar US sana.....

Lanjut di sore hari.... Bersama mas Wahyu, saya mengambil satu lagi Ponsel Android yang bertajuk HTC Hero CDMA, yang juga dihandle oleh OS Cup Cake Android 1.5, sama seperti Motorola Backflip saya. Nah, di Godean ini, saya mau membuktikan hasil oprekan mas Habib yang akan membuat HTC Hero CDMA itu berubah menjadi Eclair. Sampai di Godean, mas Habib sudah menunggu dan segera memberi tutorial ringan kepada mas Wahyu. Dicolek sana sini, seret sana sini, sudah OK. Nah, giliran saya bertanya, apakah memang sulit menemukan spare part Hape yang tidak diproduksi di Indonesia? Kalau ada, di manakah tempatnya? Jedeng.... Ahli Android ini ternyata juga belum tahu masalah yang dihadapi Backflip ini bisa diatasi atau tidak.... OK... kami pamit dan mampir di....
SATE JARAN JITU. Lokasinya persis di sebelah Koramil Godean, menghadap ke utara. Kami mencoba sate bakar dan tongseng. Tidak lupa sambil menunggu pesanan selesai, kami utak atik Android masing-masing. Update status di Facebook, gesek gesek, puter puter.... sampai makanan datang. Lekas kami sambut dengan sentuhan khas penunggang kuda yang cekatan menyelesaikan tugas. Selesai makan, kembali utak atik Android sampai bener-bener kehabisan baterei.... Mengomentari sate jaran yang tidak seenak di Gedong Kuning, check in di locator GPS, sampai mencoba navigator.
Begitulah hari Sabtu, sudah berlalu dan hari ini kita akan berburu.... tunggu kami, ya....
Read more...