Tampilkan postingan dengan label organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2011

Lanjutan Pentingnya Blog dan Marketing

Jum'at. Meneruskan postingan hari sebelumnya, yaitu tentang simpulan dari obrolan teman-teman Shvoong. Namun kali ini, saya akan ceritakan hasil pertemuan kami dengan salah satu pemenang British Council Arthur Guinness Fund Entrepreneur Concept Competition. Kompetisi konsep enterpreneur yang diselenggarakan oleh British Council dan didanai oleh Arthur Guinness Fund. Pemenang dari kota Yogyakarta itu ingin mengembangkan ekonomi wilayah berbasis lingkungan. Kami dan anggota koperasi klenthing diajak bekerja bersama dalam menyelesaikan cita-cita yang tertuang dalam konsep yang menang dalam kompetisi tersebut. Beberapa kampung di kota Yogyakarta yang memiliki kemampuan pengolahan sampah plastik. Kampung-kampung itu mampu mengurangi jumlah sampah plastik yang disetor ke TPA Piyungan, Bantul. Pengelolaan sampah plastik itu juga ditambah dengan pengelolaan sampah lainnya. Dari sampah organik yang dijadikan kompos sampai sampah kertas yang bisa dijual dengan harga cukup menawan. Kendala yang dihadapi adalah manajemen dan sistem distribusi pekerjaan serta pemasaran. Barang yang sudah dihasilkan dari pengolahan sampah plastik masih belum dikenal oleh sebagian besar komponen masyarakat. Nah, pembicaraan malam itu difokuskan bagaimana strategi manajemen dan organisasi kelompok yang tersebar di berbagai sudut kota Yogyakarta. Apa yang harus dilakukan, siapa yang akan melakukan apa, dan bagaimana cara melakukannya. Pertama-tama, kami harus Eh, sebentar, ya.... nanti tak lanjutkan... Read more...

Pentingnya Blog dan Marketing

Blog dan marketing. Mengapa harus dihubungkan antara blog dan marketing? Inti dari marketing adalah adanya penjualan, sedangkan blog menjadikan proses penjualan menjadi lebih mudah. Blog mampu mewadahi pola marketing statis yang biasa dipraktikkan pada toko atau kios. Blog juga mampu menjadi sarana propaganda layaknya pola penjualan dinamis yang mendatangi konsumen secara langsung maupun tidak langsung. Blog bisa menjadi sarana bagi kedua mode penjualan. Itulah sebabnya saya beri judul tulisan ini Pentingnya Blog dan Marketing. Saya membuat judul Pentingnya Blog dan Marketing karena kalau dibaca terdengar enak. Coba diulangi, Pentingnya Blog dan Marketing. Enak, kan? Akan tetapi sebenarnya judul itu akan lebih lengkap jika misalnya berbunyi begini, "Pentingnya Blog dan Marketing bagi Pengembangan UMKM". Itu jika saya menyasarkan tulisan ini untuk pengembangan UMKM. Padahal sebenarnya saya masih ingin meneruskan judul-judul saya yang bernuansa hari-hari. Untuk itu saya tetap membuat sub judul hari di bawah judul utama tadi. Kamis. Hari Kamis. Pembicaraan tentang bagaimana blog yang menarik bisa meningkatkan minat untuk menyelidiki lebih lanjut tentang produk yang dipajang (kalau tidak mau dibilang ditawarkan). Pertanyaan nya berkembang menjadi, blog yang bagaimanakah yang disebut menarik? Saya dan beberapa teman kelompok Shvoonger, mencoba membahasnya. Dan, kesimpulannya adalah sebagai berikut. 1. Blog disebut menarik jika wajah dan penampilannya menarik. Padahal seperti yang sudah diketahui bersama, menarik atau tidak adalah relatif, tidak semua orang mempunyai definisi yang sama. Oleh karena itu, supaya blog bisa menarik minat orang untuk mengunjungi, usahakan mengerti apa yang orang inginkan. Kalau kita menyiapkan blog yang membagikan ilmu Penguatan Ekonomi Wilayah, kita hadirkan semaksimal mungkin informasi tentang Penguatan Ekonomi Wilayah tersebut. Sertakan gambar, atau skema yang menunjukkan ilustrasi dari tulisan. Semakin tepat dan pasti sasaran yang akan ditembak, semakin tinggi minta pengunjung terhadap blog kita. 2. Berikan Tips atau Trik yang berkaitan dengan sasaran blog kita. Contohnya begini, masih tentang Penguatan Ekonomi Wilayah, berikan tips atau trik penyusunan laporan rugi laba untuk komunitas petani organik lahan sempit. Atau jika yang kita sasar adalah para penghobi fotografi, kita bisa hadirkan tips dan trik membuat penutup lensa darurat. Itu hanya contoh saja, silahkan berkreasi menurut ilmu yang dimiliki masing-masing. 3. Jangan menulis seolah-olah lebih pintar dari orang lain. Tulisan yang sok pintar akan membuat pengunjung meninggalkan komentar buruk. 4. Tulislah yang ingin diutarakan dengan bahasa sederhana dan tidak menyinggung intelektualitas seseorang. Usahakan sopan, atau tergantung juga dari sasaran pengunjung yang kita bidik. Jika pengunjungnya adalah anak muda gaul, ya jangan menggunkan bahasa kaku semacam undang-undang dan peraturan daerah. Demikian juga sebaliknya. Begitu dulu sedikit kesimpulannya... Sebagian kesimpulan lainnya belum diujicobakan, jadi masih menunggu respon yang tepat untuk membagikannya.. Jum'at. Yang hari Jum'at saya pindah ke postingan berikutnya saja, ya... Saya khawatir malah akan memperlebar bahasan di post kali ini. Ok, terimakasih... Read more...

Kamis, 22 September 2011

Cerita Hari Rabu

Hari Rabu, saya kurang serius berolahraga. Perut saya masih kembung, tapi belum diikuti oleh rasa mules. Jadi perut semakin terasa mbesesek. Saya paksakan mandi biar hilang rasa sebah dan jengah. Saya putar audio di Motorola Backflip, saya pilih "Ocean Wave Sound" untuk membangkitkan chakra romantic. Mandi ditemani suara debur ombak yang mengajak bangkit semangat saya.

Hari ini, saya bercerita saja, ya....

Saya pernah ikut berjalan di daerah pinggir kali code. Daerah itu lumayan kumuh, walaupun tidak sekumuh Jakarta. Ibu-ibu tinggal di rumah, atau membuka kios kecil menjual barang kelontong. Namun ada juga yang berani membuka jasa cuci atau masak. Dan ada sesuatu yang menarik, saya melihat ada beberapa ibu yang tekun menghadapi tampah berisi potongan plastik. Rupanya plastik-plastik itu dipotong kecil kecil dan dijadikan bahan pengisi bantal. Ternyata, selain sebagai pengisi bantal, potongan plastik itu juga dipakai sebagai bahan pembuat tas. Bagaimana bisa?

Plastik itu adalah plastik bekas pembungkus makanan atau minuman sachet yang biasanya dilapis alumunium foil di dalamnya. Plastik jenis itu tidak laku di pasaran pengepul barang rongsok. Saudara saya yang jadi juragan bijih plastik di Semarang juga memberikan pendapat yang sama mengenai hal itu. Nah, karena tidak laku dijual, maka plastik itu dirajang dan bisa dimanfaatkan lagi. Ide itu sebenarnya juga menjadi jawaban atas kegelisahan teman-teman yang melihat tas yang terbuat dari plastik bungkus semacam itu, namun masih utuh wujud bungkusnya. Kegelisahan itu berdasarkan atas pemikiran bahwa tas itu malah akan menjadi ajang promosi produk yang bungkusnya dipakai sebagai bahan baku. Mengingat program 3R pengelolaan sampah itu juga mengandung unsur Reduce, maka seharusnya promosi barang penyebab sampah juga harus dikurangi.

Kegelisahan itu terjawab sudah. Ibu-ibu yang entah mendapat pelajaran dari mana bisa mengubah plastik bungkus yang terbuang sia-sia tadi menjadi barang yang bisa dipakai lagi. Saya salut dengan kegigihan mereka. Coba bayangkan, jika bantal berisi potongan plastik tadi diminati orang, dan dihargai dengan puluhan ribu rupiah, maka betapa senangnya suami dan anak-anak yang mendapatkan tambahan gizi. Namun, jangan lupa pula untuk membayangkan betapa kakunya tangan yang sepanjang hari memotong kecil-kecil berpuluh bahkan beratus-ratus plastik. Belum tentu malam nanti suaminya mau dimintai tolong memijat tangan kakunya. Ah... Perjuangan memang selalu harus dilakukan sebelum kebahagiaan menjelang....

Ibu-ibu itu ternyata tidak sendirian. Ada beberapa kelompok ibu yang juga melakukan aktifitas yang sama di daerah Kota Yogyakarta yang lain. Bahkan ada kelompok yang sudah melakukan pengelolaan yang lebih baik terhadap sampah di lingkungan rumah tangga mereka. Plastik yang setiap saat mereka butuhkan pasti akan dikumpulkan terlebih dahulu. Sisanya, yang berupa sampah organik, kertas, dan bahan lainnya diserahkan kepada rantai pengelolaan berikutnya. Mereka juga melakukan aktifitas administrasi, manajemen, marketing, dan edukasi kepada seluruh element di daerahnya masing-masing. Saya ceritakan semua itu pada teman-teman Shvoong saya. Tentu saja saya sangat bahagia bisa mengetahui kegiatan-kegiatan itu dan bisa menceritakannya kepada Anda.

Terima kasih atas perhatiannya. Jika nanti saya temukan cerita lain yang layak Anda komentari, pasti akan saya sampaikan. Selamat bekerja keras.
Read more...