| Jika ada yang bilang, hidup ini sulit, berhentilah Hidup. Lebih baik pergi dan tidak menulari orang lain yang mencari motivasi. KESEMPATAN yang diberikan oleh alam ini sangat terbatas, ya datangnya, ya jumlahnya, ya biayanya. Oleh karena itu, manfaatkan seoptimal mungkin, mumpung masih ada sempat ( kesempatan ) yang sudi menghampiri kita. Rhoma Irama mengutip ucapan kuno dalam lagunya 'sehat sebelum sakit', mumpung diberi kesehatan, berbuat baik lah, mumpung masih hidup berbuat baik lah, mumpung masih kaya, berbuat baik lah. Semua kebaikan lakukanlah mumpung.... Maka berhentilah mengeluh. Keluh kesah hanya akan mengurangi semangat kita. ( semangat dalam bahasa inggris disebut dengan spirit, yang juga berarti ruh, nyawa, atau jiwa ). Jiwa yang gelisah karena ditinggal pergi semangat harus ditemani. Diberi suntikan energi untuk kembali bernyawa dan bernyanyi mengiringi terbitnya matahari. Siapa yang sudi kehilangan teman akibat semangat kita yang pudar menulari mereka? Dan saya tidak ingin terlahir kembali kecuali menjadi orang yang lebih sabar, lebih sayang keluarga, lebih giat bekerja, lebih peduli pada sesama. Namun jika kesempatan itu tidak ada, saya akan lebihkan hidup yang tersisa dengan kebaikan yang lebih. Semoga. Bagaimana dengan Anda? Inginkah dilahirkan kembali? Ingin menjadi apakah Anda jika ada kesempatan lahir kembali? Tulislah dalam catatan pribadi Anda, keinginan-keinginan itu, dan tidurlah! Begitu Anda bangun, jadilah seperti apa yang Anda tuliskan sebelumnya. Mari, hidupkan nyawa kita! Sent from Yahoo! Mail on Android |
Rabu, 26 Oktober 2011
Jika Kesempatan Kedua itu Ada
Minggu, 02 Oktober 2011
Lihat, Sudah ada Backflip yang Baru (motorola backflip rooted upgraded to Gingerbread)
Saya menulis pertama kali menggunakan motorola backflip pada Shvoong edisi menanam emas. Kemudian saya tulis artikel melankolik persis sebelum saya tulis postingan kali ini. Yang ketiga adalah tulisan ini yang juga saya tulis dengan motorola backflip secara terbuka memakai keyboard mikronya. Saya hanya bisa bergumam kagum dan setengah berharap, semoga baterenya tahan lama seperti yang dimiliki motorola backflip saya sebelumnya.
Dan sesuai dengan harapan saya beserta teman segerombolan pencinta motorola, android, dan shvoong, backflip memang jagoan. Dengan kenyataan ini, saya memutuskan untuk tidak terlalu melankoli lagi sebab saya masih bisa berkoneksi dan berkomunikasi dengan istri saya tercinta berkat kemampuan yang dimiliki backflip ini.
Bayangkan, barang kecil seperti ini, dijejali prosesor 528 mhz yang kemudian dioverclock menjadi 648 mhz. Menggeh-menggeh kalo orang Jawa bilang. Kemudian ada kamera dengan resolusinya 5 mega piksel yang mampu menghadapi malam hari karena didampingi flashlight. Dan yang ekstreem adalah cara membuka yang terbalik sehingga julukan backflip itu sungguh tepat. Cara buka tutup yang terbalik itu terkadang membuat orang yang awam dengan gadget satu ini kebingungan. Kebingungan itulah yang membuat deg-degan karena khawatir memaksakan menutupnya dengan keras, padahal terbalik caranya. Ekstremenya ya di situ. Kalau tidak diperingatkan, bisa patah backflip itu.
Setelah fitur bawaan yang diroot dan upgrade tadi, saya tinggal memasukkan aplikasi yang sudah saya siapkan jauh sebelum motorola backflip ini di tangan saya. Ini adalah motorola backflip saya yang kedua. Yang pertama sudah saya jual karena kabel data dan accesories lainnya tidak ada. Nah, di motorola backflip yang kedua inilah saya puaskan dengan aplikasi koneksi dan komunikasi sehingga saya selalu bisa melepas rindu dengan istri. Hallo sayang, Apa kabar? Begitu sapa saya setiap hari. Uhui...
Ada GPS yang terintegrasi dengan Google Map. Google Voice dengan google talk, tinggal bayar sedikit, dapat saya bicara dengan istri saya lewat VoIP. Juga Skype yang sangat membantu saya dalam berkomunikasi. Dan tidak lupa penyimpanan yang lega sampai 32 GB melalui micro SD memory card membuat saya bisa melihat gambar dan video istri saya sepanjang hari.
Mau tahu kelebihan lain dari Android yang satu ini? Datang pada saya lalu kita uji bersama. Saya juga berencana mencari seri lain dari motorola yang berjenis kelamin android seperti backflip ini. Kalau sudah dapat, nanti akan saya coba dan reviewnya akan saya kasih tahukan kepada teman-teman semua. Incaran saya adalah motorola cliq, motorola milestone, dan motorola droid 2
.
Read more...
Well, Seminggu tanpa Kamu Dua Setengah Bulan yang Lalu
Well, benar-benar rindu rasanya hari ini. Tidak disangka sudah lewat 2,5 bulan tanpa menyapa matahri bersama. Ah, hampir lupa rasanya. Sayang... Sudah bangunkah, kamu? Mau saya bangunkan seperti biasanya? Kubelai sambil kubisikkan lelucon tentang negara kita?
Yah, hari ini betul terasa asing di dalam WC sendirian. Tidak mau bertegur sapa dengan sesama. Tidak mampu bicara senormal biasanya. Hari ini betul seminggu dua setengah bulan yang lalu... Saya juga baru menyadari, makanan pagi ini tidak terasa apa-apa. Saya juga baru mengerti untuk apa air mata jatuh sepagi ini. Ah, betul capek kiranya tubuh dan jiwa ini. Lebam lengan dan kaki berminggu-minggu lalu rupanya ilustrasi yang terlalu sepi tanpa hadirmu... Ah... Sentimentil sekali...
Sudah! Berhentilah berkesah. Saatnya ambil bajumu, ambil celanamu, berangkatlah ambil uang. Ingat, nanti malam posting yang banyak. Tulis buat Shvoong yang serius, jangan asal menulis 300 kata. Kasih kabar gembira kepada orang-orang. Beri harapan pada semua teman. Hari ini, ambil uang dan biarkan uang itu bekerja lagi. Uang?
Siapa yang bilang ada uang? Uang siapa? Diambil di mana? Bukankah uang dari Shvoong pemberitahuannya tanggal 7?
Siapa yang bilang dari Sepong? Saya hanya bilang ambil uang. Entah kamu mau ambil dari mana, yang jelas saya cuman bilang ambil uangnya!
Artinya, saya harus bagaimana?
KERJA! jangan hanya diam saja. Bodoh!
Read more...
Kamis, 22 September 2011
Cerita Hari Rabu
Hari Rabu, saya kurang serius berolahraga. Perut saya masih kembung, tapi belum diikuti oleh rasa mules. Jadi perut semakin terasa mbesesek. Saya paksakan mandi biar hilang rasa sebah dan jengah. Saya putar audio di Motorola Backflip, saya pilih "Ocean Wave Sound" untuk membangkitkan chakra romantic. Mandi ditemani suara debur ombak yang mengajak bangkit semangat saya.
Hari ini, saya bercerita saja, ya....
Saya pernah ikut berjalan di daerah pinggir kali code. Daerah itu lumayan kumuh, walaupun tidak sekumuh Jakarta. Ibu-ibu tinggal di rumah, atau membuka kios kecil menjual barang kelontong. Namun ada juga yang berani membuka jasa cuci atau masak. Dan ada sesuatu yang menarik, saya melihat ada beberapa ibu yang tekun menghadapi tampah berisi potongan plastik. Rupanya plastik-plastik itu dipotong kecil kecil dan dijadikan bahan pengisi bantal. Ternyata, selain sebagai pengisi bantal, potongan plastik itu juga dipakai sebagai bahan pembuat tas. Bagaimana bisa?
Plastik itu adalah plastik bekas pembungkus makanan atau minuman sachet yang biasanya dilapis alumunium foil di dalamnya. Plastik jenis itu tidak laku di pasaran pengepul barang rongsok. Saudara saya yang jadi juragan bijih plastik di Semarang juga memberikan pendapat yang sama mengenai hal itu. Nah, karena tidak laku dijual, maka plastik itu dirajang dan bisa dimanfaatkan lagi. Ide itu sebenarnya juga menjadi jawaban atas kegelisahan teman-teman yang melihat tas yang terbuat dari plastik bungkus semacam itu, namun masih utuh wujud bungkusnya. Kegelisahan itu berdasarkan atas pemikiran bahwa tas itu malah akan menjadi ajang promosi produk yang bungkusnya dipakai sebagai bahan baku. Mengingat program 3R pengelolaan sampah itu juga mengandung unsur Reduce, maka seharusnya promosi barang penyebab sampah juga harus dikurangi.
Kegelisahan itu terjawab sudah. Ibu-ibu yang entah mendapat pelajaran dari mana bisa mengubah plastik bungkus yang terbuang sia-sia tadi menjadi barang yang bisa dipakai lagi. Saya salut dengan kegigihan mereka. Coba bayangkan, jika bantal berisi potongan plastik tadi diminati orang, dan dihargai dengan puluhan ribu rupiah, maka betapa senangnya suami dan anak-anak yang mendapatkan tambahan gizi. Namun, jangan lupa pula untuk membayangkan betapa kakunya tangan yang sepanjang hari memotong kecil-kecil berpuluh bahkan beratus-ratus plastik. Belum tentu malam nanti suaminya mau dimintai tolong memijat tangan kakunya. Ah... Perjuangan memang selalu harus dilakukan sebelum kebahagiaan menjelang....
Ibu-ibu itu ternyata tidak sendirian. Ada beberapa kelompok ibu yang juga melakukan aktifitas yang sama di daerah Kota Yogyakarta yang lain. Bahkan ada kelompok yang sudah melakukan pengelolaan yang lebih baik terhadap sampah di lingkungan rumah tangga mereka. Plastik yang setiap saat mereka butuhkan pasti akan dikumpulkan terlebih dahulu. Sisanya, yang berupa sampah organik, kertas, dan bahan lainnya diserahkan kepada rantai pengelolaan berikutnya. Mereka juga melakukan aktifitas administrasi, manajemen, marketing, dan edukasi kepada seluruh element di daerahnya masing-masing. Saya ceritakan semua itu pada teman-teman Shvoong saya. Tentu saja saya sangat bahagia bisa mengetahui kegiatan-kegiatan itu dan bisa menceritakannya kepada Anda.
Terima kasih atas perhatiannya. Jika nanti saya temukan cerita lain yang layak Anda komentari, pasti akan saya sampaikan. Selamat bekerja keras.
Read more...
Senin, 19 September 2011
Berburu Waktu di Hari Minggu (2) alias Ketemu Luthfi di Angkringan Kopi Josh
Sudah selesai urusan laporan, maksud saya diselesaikan, dipaksa selesai saja, ya...
Teman-teman berkumpul, membahas rencana esok hari. Tetapi ada yang terasa kurang. Teh panas, dan segumpal nasi, ANGKRINGAN. Begitu menyadari, semua bubar, mutar muter seperti ayam kehilangan anjing. Sampai akhirnya Danu mengusulkan mencoba niliki angkringan di depan GOR UNY. Bergegas kami bersiap. Jreeeng....
Semua sudah di atas kendaraan. Breeng... Kami menuju ke utara. Pelan kami susuri jalan Colombo, ini masih di Jogja,lho, bukan di Srilanka. Baddala. belum buka, boss... Jelas saja belum buka, ini masih jam berapa....
Ok, kami berhenti di depan tambal ban sebelum perempatan. Kami berkonsolidasi. blabalablablobloblo, ewesheweshewesh, sepakat. Kami menuju angkringan Lik Man, di sebelah utara stasiun Tugu. Angkringan itu lebih dikenal dengan Angkringan Kopi Josh. Sebabnya adalah menu andalan nya berupa minuman Kopi yang dicemplungi bara arang... Josh...
Sampai di sana, langsung pesan, teh dicampur irisan jeruk 4 gelas, teh panas biasa 1 gelas, wedang tape 1 gelas, dan segelas es teh kesukaan Danu. Kami ambil beberapa bungkus nasi, mengangsur ke trotoar di seberang jalan. Nggelesot di sana dan menikmati kudapan. Ah, alangkah nikmatnya. Angkringan yang biasanya akan lebih ramai menjelang maghrib sampai tengah malam itu masih sepi. Kami lebih leluasa mengeksplorasi tikarnya.
Obrol sana-sini, rencanakan apa-ipi, tertawa haha-hihi, dan kenyang. Maghrib menjelang, kami putuskan kembali ke markas. Ayo, berkumpul, berhitung. Semuanya total menguras kantong kami kurang lebih 50 ribu rupiah. Lebih mahal dari kebanyakan angkringan. Tapi kami puas, bisa makan di mbahnya Angkringan Kota Jogja yang biasanya tidak menyisakan tempat.
Sedang asyiknya menghitung dan membayar, saya dikejutkan oleh tatapan mata khas. Mata itu menembus jantung. Saya sempat gelagepan, kehilangan kata. Saya belum yakin dengan penglihatan dan harapan saya. Luthfi. Wedan. Betulkah itu Luthfi? Mungkinkah dia ada di sini?
Benar. Mata saya ketemu dengan harapannya. Itu Luthfi. Dia menyalami. Keras, kencang, dan dalam, namun lembut merasuk dinding perut saya. Wedan. Saya hendak memeluknya, namun ragu masih menghadang. Pelan saya dekatkan tubuh saya dan tetap mengucapkan kata wedan, guendeng, setan, wuih... semuanya... Akhirnya terpeluk juga, dan semburatlah kenangan-kenangan masa lalu. Luthfi, teman keluyuran, teman berbagi, teman berkelahi, teman masa lalu. Ada gerangan apakah sampai ketemu di sini?
Saya harus ceritakan detilnya hubungan saya dengan Luthfi. Akan tetapi saya harus tutup di sini dulu, dan saya ucapkan terimakasih pada Danu yang berusaha mati-matian mengajak ke angkringan UNY dan gagal, sampai akhirnya usulnya ke Kopi Josh ini mempertemukan saya dengan teman lama. Ah, terimakasih sekali, Nu.
Read more...
Jumat, 16 September 2011
Jumat Sehat Sentosa
Hari Jum'at kali ini saya tidak berkutik karena perut saya kembung tapi tidak bisa dikeluarkan isinya. Entah apa yang salah dengan makanan saya makan malam sebelumnya, namun saya yakin bahwa ada yang salah dengan perilaku saya.
Seperti yang diketahui saudara-saudara semua, bahwa desain alam ini sungguh sempurna. Sampai hal sekecil apapun desainnya sangat cermat. Di dalam tubuh manusia yang hanya kecil ini, isinya macam-macam. Sistem pencernaan yang dimulai dari mulut melewati tenggorokan, di lambung diolah menjadi bahan siap cerna, di usus makanan diserap dan disalurkan ke seluruh bagian tubuh, sedangkan sisanya terus menuju anus. Di situlah rupanya kesalahan saya teridentifikasi. Saya minum sedikit kopi dan segelas es jeruk. Asam kopi dan jeruk sangat berimbas pada lambung saya.
Tidak serta merta lambung itu menjadi asam karena kopi dan jeruk, tapi sebab utamanya adalah pada dasarnya lambung saya yang lemah. Sudah sejak tujuh tahun lalu ketika waktunya mencoba berpuasa, dan pada hari kelima perut saya tidak bisa diajak berkompromi. Setiap jam perut rasanya mulas pengen mengeluarkan tai. Namun setiap kali ditongkrongkan, tai itu tidak keluar lancar. Yang keluar adalah gelondongan kecil berwarna hitam dan berbau tajam. Kecil-kecil seperti tai kambing. Ini tai yang tidak biasa. Saya coba konsultasikan ke dokter tentang kelainan itu. Dokter bilang itulah sakit mag yang akut. Saya diperiksa dengan mesin teropong dan dinyatakan ada luka di lambung saya. Saya dilarang berpuasa. (Dasar tukang ngeyel, dilarang berpuasa malah nyolong-nyolong puasa. dulu itu...)
Itulah sebabnya ketika ada zat yang kuat kadar asamnya masuk ke lambung, langsung saja bereaksi. Perut terasa penuh dengan gas. Gas itu menekan bagian perut yang lain sehingga terasa sesak dan tidak nyaman. Gas itu biasanya bisa saya keluarkan lewat kentut, jarang sekali bisa keluar lewat mulut atau sendawa. Saya sempet berseloroh dengan teman-teman yang suka bersendawa, "mulutmu seperti anusku sebab gas dari dalam perut kalau di kasusmu keluar lewat mulut, tapi tidak dengan gasku, maunya keluar lewat anus."
Jika asam itu terlalu banyak dan tubuh saya tidak kuat, maka yang terjadi adalah tai yang menggupal kecil-kecil dan berwarna lebih gelap. Dalam keadaan seperti itu, hampir setiap jam perut mulas sekali berasa ingin ke belakang. Hari jum'at ini berulang lagi. Perut kembung dan berasa mulas dan begitu terus sampai jam sebelas. Maka saya putuskan berhenti beraktifitas, menggeletak di kursi di depan sanggar. Saking enaknya beristirahat, saya tidur dan mengorok. Setengah jam tertidur dan bangun dalam keadaan segar bugar.
Kok, bisa secepat itu pulih? Ini rahasianya....
Waktu saya putuskan untuk tiduran, saya bayangkan keadaan saya setelah bangun nanti akan lebih segar. Tubuh saya harus lebih kuat, asam lambung segera normal dan saya sangat berharap semua pekerjaan lancar hari ini. Berhasil. Semangat dan harapan saya sesaat sebelum tidur itu sungguh membantu. Saya semakin percaya dengan keyakinan dan proyeksi diri.
Demikian juga dengan kehidupan tingkat yang lebih tinggi, semangat dan harapan yang diproyeksikan dengan sangat kuat akan membuat impian itu menjadi kenyataan. Contohnya begini, di suatu pagi, saya proyeksikan sejumlah pekerjaan yang sangat berbaur jenisnya yang sangat mendesak untuk dilakukan. Kemudian saya tidur sekitar 10 menit dan bangun dengan semangat yang lebih tinggi daripada sebelum tidur. Mengenai bagaimana proyeksi itu bisa kita lakukan, tunggu edisi 'how to'...
Terimakasih...
Read more...
Kamis, 15 September 2011
Kamis adalah Semangat
Kamis 15 September 2011, menuju ke harapan baru. Daripada berharap kiamat tidak jadi datang, lebih baik menyiapkan diri menemui kejayaan. Ingat, kejayaan itu tidak akan datang menghampiri tanpa ada atraksi dari diri. Kejayaan siap menunggu siapa yang datang membawa kerja keras dan harapan. Kejayaan menyiapkan hidangan kenikmatan dan kasih sayang yang berlimpah. Namun, siapa yang tahu di manakah kejayaan itu berada?
Kejayaan berada di puncak gunung. Gunung itu tinggi sekali. Jalannya licin, berbatu, dan kadang bercampur tai. Ada ular dan ada peri. Ada gua dan ada kali. Ada pohon besar berdaun lebat dan ada semak berduri. Lewatilah dan capai tempat tinggal kejayaan. Kejayaan tentu sudah bersiap dengan tempat istirahat dan secangkir madu murni. Silahkan berbondong-bondong mendaki dan menemui. Kejayaan pasti setia menanti.
Nah, mari kita daftar, apa saja yang harus disiapkan untuk pendakian penuh percaya diri ini.
1. Nyali. Siapkan nyali berlipat-lipat. Perjalanan ini sungguh berat. Lihatlah aral yang siap menghadang. Barangkali ada badai juga yang akan berputar. Maka, hanya nyali yang akan menetapkan langkah untuk terus memegang arah menuju kejayaan.
2. Tentukan jalur. Tersesat itu biasa. Namun jika sudah disiapkan jalurnya, sudah ditentukan alurnya, jalan sesat itu akhirnya bisa menjadi pelajaran berharga. Perlu disiapkan juga bekal pelatihan jika keadaan memang memaksa kita harus melaluinya.
3. Bekali diri dengan hati suci. Jika ingin mencapai kejayaan, kerja keras dan harapan saja tidak akan melapangkan jalan ke sana. Hati yang tulus dan suci juga diperlukan untuk menyabarkan diri. Tidak sembrono, dan bahkan memberi manfaat kepada penghuni alam yang dilalui. Semakin banyak yang ditemui, semakin senang hati, semakin bahagia makhluk yang kita temui. Tulus dan ikhlas hatilah yang akan menjaga kita sampai di rumah kejayaan.
Begitu dulu, barangkali ada tips dan trik hebat lain yang bisa ditambahkan oleh saudaraku, silahkan ditambahkan. Terimakasih.
Read more...

